Sejarah Saham Bank Jabar [BJBR] (Serial Naked Investor)

Tempo hari Ane pernah membahas Saham, Capital Gain, dan Deviden so, Ane akan memberi gambaran tentang betapa legitnya saham yang satu ini. [saham apaan sih, Cing ?]. Saham obat Cacing ! "Cang-cing cang cing" aje omongan Lu. Saham yang akan Ane kupas adalah saham lapis kedua yang doyan nyebar duit cash dalam wujud deviden. Bukan Deviden et Impera loh ya ! awas ! sok-sok an ngutip malah salah kaprah Ente. Bikin maluuu cacing kremi aje .. [Iye-iye, Cing !].



And .. Ladies and Gentlemen .. saham yang akan Ane kupas sampe "telanjang bulat" adalah Bank Jabar Banten dengan kode listing (BJBR).



Sejarah mencatat, di tahun 2014, BJBR menyebar Deviden sebesar Rp. 757.280.340.065,- atau Rp78,10,- per saham. Dengan nilai target price fundamental 2014F Rp1,150, maka BJBR ketika itu menebar yield > 7%. Wow. Legit, kan ? Apalagi buat investor yang memang memberli saham tersebut di saat harga BJBR di bawah angka Rp 950/ lembar, maka capital gain ditambah deviden akan semakin menambah rejeki halal dan barakah. 

Nah, loh. Ente musti tahu juga bagaimana performa BJBR ini di tahun 2015. Tahu nggak dia mau nyebar yield berapa persen ? Nyaris sama, Bro ! di kisaran > 7%. Lihatin tabel ini, Bro !! ngiler gak ??



Antara Deviden dan Harga Saham (richwayout.blogspot.com)

Nah, jelas gamblang, kan ?
Sekarang, mari kita tengok sejarah pergerakan naik turunnya BJBR ini dalam beberapa tahun setahun terakhir. Sejarah terus berulang, Bro. Yang berbeda hanya nama dan tanggal peristiwa. Liatin saat diposisi tahun kemarin. Tanggal 7 April, nilai saham berada di kisaran 1182/ lembar. Tanggal itu adalah tanggal penentuan deviden tercatat. Segera selepas pemegang saham yang tercatatat mendapat deviden lewat, maka saham itu segera "turun berok". Meluncur sangat lama hingga balik lagi di posisi 760-an per lembar saham. Menjelang Desember BJBR akan bangkit dari tidur panjang lagi. Dia akan segera mendaki gunung hingga mendekati 1000 rupiah per lembar. Nah Loh, sejarah akan segera berulang lagi. Dan Ane yakin, beberapa tahun ke depan tren macam gini akan terus berulang. 


Klik aje gambar di bawah ini kalo pengen liat lebih jelas. 

Chart Pergerakan Saham BJBR

Kesimpulan :


Nggak perlu orang pintar kalo liat grafik macam ginian. [Eh-eh, jangan asal nguap loh ngomong !]

Lah iya, Bro. Kesimpulannya cuman satu. Beli saat rontok di kisaran bulan Oktober - awal Januari, jual lagi setelah pembagian deviden atawa pertengahan April. Dijamin, keuntungan Ente > 30%. [yakin, Lo].
Yakin !! Haqqul Yaqiiinn !!


Artikel Lain :
Investasi dan Imbal Hasil
Saham : Antara Deviden, dan Capital Gain
Bank Jatim dan Super Deviden


www.richwayout.blogspot.com (artikel investasi)

0 Comments